Thursday, October 29, 2009

confession: can't get you out of my head


Ini tentang si pacar
from the time i wake up till i close my eyes
he's everywhere i go

Cepat kembali
kita rajut masa depan bersama-sama
dan jangan pernah pergi lagi

Taukah kalau kamu selalu ada di setiap doaku juga?

God lead the way....

Wednesday, October 28, 2009

confession : fragile


Merasa rapuh.
Ga napsu makan.
Pikiran bercabang.
Air mata menggantung.
Dada terasa sesak.

Ya Allah, semoga bisa melewati semua ini. Berikanlah yang terbaik untukku. Lapangkanlah hati ini menghadapi apapun.

Kehidupan tidak selalu diatas.

Wednesday, October 14, 2009

confession : envy


sometimes
i envy my boyfriend
who has great job
who does job great
who satisfied with his work

i don't mean..
i hate my job

but
i want work with passion
just like he does
and i don't have

Monday, October 12, 2009

Berduka


Hmm baru mulai posting lagi. Baru sempet, kelamaan mikir, dan alasan lainnya.

Sepertinya juga baru kemarin yah gue posting tentang kampung halaman gue, Padang. Baru posting juga tentang kunjungan gue ke Pariaman en berwisata kuliner disana. Bahkan gue belum posting tentang liburan gue sebelum balik ke Jakarta, yaitu menikmati Pulau Sikuai yang ndah beserta pasir putihnya yang begitu menggoda.

30 September 2009. 7.6 SR. Gempa. Berpusat di Pariaman Sumbar. 17.16 WIB
17.25 : gue baru selese telponan dengan temen gue, cek twitter bentar, dan liaht tweet-nya @infogempabmg. Gempa berpusat di Pariaman? Oh. Sebentar...7.6 SR? Umm yang di Tasik itu 7,3 SR kan ya...bikin rumah rusak dan banyak korban jiwa....artinya kalo 7,6 SR....OUUUUUCH!!!!!
Astaghfirullah!!! Gue langsung teriak, ya ampun itu kan artinya gempa yang gede banget!!

17.30 : kantor sepi. cuma ada gue dan Olla yang berusaha menenangkan. No, I was panic. Telponin bokap nyokap tapi ga nyambung. So damned! Gue pulang. Di kostan langsung liat tivi yang menyiarkan gempa. Dan sms pun berdatangan, menanyakan gimana keadaan keluarga gue. I have no idea about them. Tidak ada yang bisa dihubungi. Tidak ada kontak. Sementara breaking news hampir di smua tivi makin menggila, seiring semakin larut mereka mulai dapet gambar langsung dari Padang. Banyak bangunan roboh. Listrik mati, hujan deras, dan kebakaran. Suasana sempurna bukan setelah gempa hebat?

20.30 : sms gue dibales papa. Isinya bilang kalo mereka gapapa. Disambung sms kalo rumah tante gue roboh. Nangis!

Besok paginya papa nelpon gue ke kosan. Baru bisa dari telepon rumah. Cerita semuanya. Dan betapa mengerikannya gempa. Yeah, I knew, horrible.

Ibaratnya, oleh-oleh yang gue bawa dari Padang masih ada, eh kota kelahiran gue itu sekarang porak poranda. Tempat gue biasa beli oleh-oleh itu juga ambruk, tak bersisa. Gue baru balik ke Jakarta hari Minggu, dan gempanya hari Rabu. How sad. Sad. Sad. Sad.

Sedih sekali tiap melihat berita di tivi. Gambar-gambar bagunan roboh, belum lagi cerita tentang korban jiwa. Orang-orang yang diwawancara sambil nangis. Kehilangan anggota keluarga. Dan lain-lain yang membuat gue sangat berduka. Andai saja gue ada disana dan merasakan ketakutan bersama keluarga gue, akan lebih baik daripada gue khawatir dan tidak mengetahui keadaan mereka.

Well, seminggu sudah berlalu. Gue percaya kota itu akan bangkit lagi. Bukan hanya orang Padang yang di daerah lain yang berharap seperti itu, but I believe world need Padang to survive. Terima kasih sekali bantuannya banyak berdatangan, bahkan dari luar negeri sekalipun. That's worth!
Hmm, sepertinya gue akan pulang lagi deh. Bukan untuk melihat bagaimana hancurnya kota itu. Tapi untuk melihat lagi bagaimana mereka bersemangat untuk bangkit :)

Wednesday, September 23, 2009

pulang kampung

Nah kemaren lebaran hari ke-3 gue 'pulang kampung'. Jadi ceritanya para tetua gue tuh berasal dari kota kecil di Minang yang namanya Pariaman. Well, perginya ramean bareng sodara-sodara nyokap gue. Ya biasalah kalo ke kota ini pasti tujuan utamanya adalah makan, hihhi...

First stop, ke rumah sodara yang mana telah ditelpon untuk nyediain banyak makanan untuk rombongan kami yang segambreng. Cemilan pertama namanya 'sala lauak', cemilan khas kota ini. Bentuknya bulet kecil, isinya tepung dan ikan asin gituh, digoreng. Enak deh. Tapi maap lupa dipoto, hehe.

Setelah itu kami jalan kaki ke pantai. Yah jarakdari rumah itu lumayan lah, hampir 1 kilo. Jadilah rombongan segambreng berpayung-payung ke tepi pantai, dan next stop adalah warung yang juga telah dipesen agar nyediain 1 menu khusus khas Pariaman juga, bihun kuah! Isinya bihun plus toge, dikasih kuah merah yang rasanya agak asem en pedes.



Lalu ada soto padang juga. Pastilah semua udah pada tau yah, hehehe...


Lalu, balik lagi ke rumah sodara gue, jalan kaki lagi. Ga maen di pantai karena panaaaaaas abis! Ogah ah jadi item, hehehe... Sekitar jam 6 sore baru deh cabut balik ke Padang lagi :)

Sunday, September 20, 2009

Lebaran


Minal Aidin Walfaidzin,
Mohon maaf lahir dan batin,
Selamat hari raya Idul Fitri 1430 H,
Semoga kita kembali pada kesucian,
Amin...

Tuesday, September 15, 2009

dengan dia, tidak terlalu suka...

Entah apa salah orang ini, yang jelas gue tidak terlalu suka. Males aja. Bawaannya resah dan was-was. Tidak perlu disebutkan namanya, panggil saja dia-yang-tidak-gue-suka.

Bermula dari salah seorang orang deket gue yang salah sms, yang mana harusnya sms itu ditujukan ke dia-yang-tidak-gue-suka. Begitu itu sms nyampe di gue, maka sejak saat itu pulalah hati gue tidak menolak untuk mulai tidak menyukai dia. Kadang gue merasa terancam dengan keberadaan tuh orang, really feel insecure... Dan namanya juga ga suka, ada aja deh yang salah dengan dia.

Apalagi pas ketemuan yah...kok rasanya sebel aja. Ugh, beneran deh! Tapi namanya dunia panggung sandiwara, ya gue berpura-pura biasa aja. Meskipun kalo ketemu lagi gue pengen banget nyela dia. Kasian...gue yang kasian. Ga suka sama orang, bahkan tu orang juga ga peduli gue kali, hehehe.. But I do, dengan dia, tidak terlalu suka. Tapi, dia pasti akan selalu bersinggungan dengan kehidupan gue, bahkan namanya juga masih akan gue denger disebut-sebut, hmmmph!!

Tuhan, gimana cara buang rasa tidak suka terhadap orang yang mungkin ga bersalah ini yah? Abis gue ga mau ah jadi antagonis, hehehe...*dasar, tetep aja mikirin diri sendiri!* Atau jangan-jangan perasaan ga suka gue ini karena dia-yang-tidak-gue-suka itu emang punya kesalahan? Ah pusing!

Shoes

I’m crazy bout shoes, recently.

Hehehe saat ini gue emang lagi sukaaaa banget yang namanya sepatu terutama yang ankle boot. Love it!! Selain kayaknya di majalah, fashion spreadnya menampilkan model sepatu seperti itu yah, emang lagi trend mungkin, tapi gue suka sekaliiiiii…dan pengen punya.

Pertama waktu ke Bandung sebulan yang lalu, gue ke suatu distro gitu, aduh lupa namanya, dan ngeliat ankle booth suede warna abu-abu lucu banget. Dan harga yang muraaaaah sodara-sodara! Jadilah gue cobain, dan bungkus, meskipun saat itu gue belom yakin bakal kapan makenya, hihihi. Tapi lucu sekali lho…



Lalu seminggu yang lalu gue ke Ambassador ditemenin si pacar. Emang niatnya pengen beli sepatu lagi sih (dasar!), tiba-tiba gue ngeliat di Milka, ada beberapa sepatu lucuuuu, ankle booth with heels, seperti yang gue pengen, hehehe… Jadilah diantara beberapa pilihan itu, gue cobain satu, dan gue sukaaaaa…meskipun harganya mahal-juga-yah, gue beli juga.. Hehehehe…lagian si pacar memperbolehkan kok, hihihi.




Yang terakhir sih sepatu olah raga. Soalnya mulai Oktober gue mulai fitness di LifeSpa di Hotel Sultan. Berhubung sepatu gue yang lama udah mengenaskan, karena sepertinya udah gue pake dari SMA, maka gue pun membeli sport shoes baru, hehehe…

Hm, si pacar suatu hari menunjukkan sebuah buku ke gue yang berjudul “Why Men Don’t Listen, and Why Women Need More Shoes” Ahahahahahahaha!! Telak! Engak kok, cukup sudah ah, meskipun kadang gue tergoda juga kalo ngeliat sepatu bermodel ankle boot yang lain. Rasanya pengen punyaaaaaaa!!